LIMA WISATA UNGGULAN DESA PLAJAN KEC.PAKIS AJI KAB.JEPARA

1.GONG PERDAMAIAN DUNIA

Gong Perdamaian Dunia adalah sebuah Gong yang merupakan sebagai simbol perdamaian Dunia. Gong Perdamaian Dunia telah ditempatkan di beberapa daerah yaitu Bali, Ambon ,Palu, dll. Tujuan Gong Perdamaian Dunia adalah supaya tidak ada lagi perang, konflik sara, terorisme, dll. Museum Gong Perdamaian Dunia terdapat di Jepara tepatnya di Desa Plajan RT 29/05, Museum ini diresmikan oleh Mentri PU.

 

2.AKAR SERIBU

Akar seribu adalah sebuah pohon karet yang sangat besar, dan memiliki lebih dari seribu akar. wana akar seribu terletak di desa plajan petir Rt25 Rw4 pakis aji Jepara. Pohon karet tersebu ditanam pada awal tahun 1931 oleh almarhum bapak sumani dikala umur 16 tahun. tujuan penanaman pohon karet tersebut adalah untuk menghindaru tanah longsor, penghijauan lingkungan, dan penanggulangan erosi banjir, serta untuk menghidupkan sumber mata air di daerah tersebut.Karena kemajuan dan perkembangan zaman tujuan tersebut bertambah, yaitu dijadikan obyek wisata yang sering kita kenal wana akar seribu. yang diharapkan memberikan suasana baru bagi pengunjung, yang akan menikmati lingkungan yang masih alami, sunyi indah, dan yaman.

3.GOA SAKTI

Lubang pada tanah yang terjadi secara alami ini, sampaipada saat sekarang belum ada yang mampu memprediksi sejak kapankah terjadinya lubang itu, hanya dalam legenda yang menjadi cerita rakyat bahwa lubang tersebut adalah tempat Mbah Langkir bertapa sampai akhir hayatnya (Moksa) hilang jiwa dan raganya। Maka lubang tersebut diberinama ”Goa Langkir“. Seiring berjalannya waktu Goa itu juga pernah jadi tempat bersarangnya kelelawar (Lowo) dengan jangka waktu yang cukup lama maka para pendatang kemudian memberi julukan Guo Lowo ( Goa Kelelawar ), dan juga pernah dihuni oleh sekelompok Burung Dadali namun waktunya relatif singkat.

Untuk lokasi, Goa Sakti terletak di Desa Plajan, Kecamatan Pakis Aji, Kabupaten Jepara. Gua ini hanya berjarak sekitar 11 km dari pusat Kota Jepara. Akses menuju tempat wisata ini cukup mudah, dapat menggunakan kendaraan roda dua ataupun roda empat. Kondisi jalan yang ditempuh untuk sampai ke tempat ini masih bagus sehingga aman dan nyaman dilalui kapan saja.

4.PURA DHARMA LOKA

Salah satu ikon wisata religi yang terdapat di dalam kawasan RW I tepatnya di rt 08 re 01 adalah Pura Dharma Loka. Pura Dharma Loka merupakan salah satu Pura besar di Jepara. Selain Pura Dharma Loka , terdapat pula Pura Puser Bumi, Pura Giri Tungka dan Pura Manggala Dharma, yang semuanya  terletak tersebar  di desa Plajan Kecamatan Pakisaji.  Pura Dharma Loka merupakan salah satu pusat kegiatan masyarakat umat hindu. Pura yang selama ini dijaga secara turun temurun sering digunakan untuk kegiatan umat Hindu seperti pujawali, Sudi Widani, perayaan hari besar Galungan dan Kuningan, Nyepi ataupun kegiatan siswa-siswi di pasraman Raditye Widya.

5.SIRCUIT BUMI AROFAH

Area sirkuit Bumi Arafah di Desa Plajan, Kecamatan Pakisaji, kini tak sekadar dijadikan lokasi untuk drag bike. Kawasan ini mulai difungsikan pula sebagai alternatif wisata yang banyak menarik perhatian pengunjung.

Salah satu ikon wisata di kawasan ini yakni gardu pandang warna-warni. Tak sebagaimana gardu pandang lain yang berada di beberapa desa di Jepara, gardu pandang di Wana Wisata Sirkuit Bumi Arafah ini dibuat permanen dari besi. Untuk mempercantik lokasi ini, dilakukan pengecatan warna-warni pada gardu pandang tersebut.

Berdasarkan informasi dari petugas tiket, Wana Wisata Surkuit Bumi Arafah mulai diperkenalkan pada Juli lalu. Lokasi wisata itu menawarkan gardu pandang besi berwarna warni dengan latar panorama pegunungan.

Sebelumnya, lokasi ini merupakan arena dragbike. Areanya cukup luas dengan beberapa lintasan cukup ekstrim. Hanya saja, setelah diubah sebagai wana wisata ada beberapa sarana prasarana tambahan dibuat.

Di antaranya, pengecatan dan penambahan tulisan gardu pandang, pembuatan ikon tulisan ‘Sirkuit Bumi Arafah’, penambahan kursi-kursi taman warna-warni, tempat sampah sampai toilet. Pengelolaanya semua dilakukan masyarakat setempat.

Setiap harinya, ada dua petugas berjaga di pintu masuk. Kunjungan ke lokasi tersebut cukup tinggi, terlebih saat akhir pekan. Untuk masuk ke wana wisata tersebut, saat ini pengunjung dipungut biaya Rp 5 ribu per kendaraan. Dengan tiket masuk itu, pengunjung bisa menikmati suasana di kawan tersebut sepuasnya.

Salah satu pengunjung asal Desa Mayong Kecamatan Mayong, Rani mengaku penasaran dengan rempat tersebut. Awalnya dia banyak melihat foto-foto lokasi wisata tersebut di internet. ”Banyak foto di media social. Jadi penasaran dan memutuskan datang ke sini,” katanya.

Mengenai hal yang berbeda dari lokasi itu, Rani menambahkan, gardu pandang cukup luas dengan  perpaduan warna unik. Yang tidak kalah menarik yakni latar belakang pegunungannya. ”Panorama sangat indah,” imbunnya.

Jadi yang Pertama Berkomentar

Tinggalkan Balasan